*gelenk2 mode on*
Pembukaan megaspektakuler Olimpiade Beijing 2008 ternyata cacat! Lagu resmi pembukaan Olimpiade yang berjudul Ode to the Motherland tenoda. Penyebabnya sederhana, suara yang dikeluarkan Lin Miaoke (penyanyi lagu itu) palsu. Sedangkan penyanyi aslinya bernama Yang Peiyi gagal tampil hanya beberapa menit sebelum acara itu dimulai. Dia dianggap kurang menarik akibat pipinya yang tembem dan susunan gigi yang tidak rata.
Suara palsu (lipsynch) itu kini mengundang kritik luas dari seluruh dunia dan mengurangi klaim Tiongkok yang mengatakan bahwa malam itu sebagai yang terbaik dan tanpa cacat!
Cerita yang sebenarnya diungkapkan oleh Chen Qigang, perancang musik pembukaan Olimpiade. Lin Miaoke yang berusia 9 tahun terpilih tampil karena wajahnya yang cantik dan bukan untuk menyanyi, ujarnya. Sedangkan suara yang didengar 91.000 penonton di seluruh dunia itu sebenarnya suara gadis 7 tahun yang gemuk, pipi tembem dan susunan gigi tidak teratur. Alasana mengapa Lin Miaoke dipilih karena kami memikirkan yang terbaik untuk bangsa ini, sesuatu yang sangat penting dan sangat serius. Anak yang tampil harus berparas cantik, ekspresif dan memiliki perasaan mendalam, ujar Chen.
Keputusan itu juga didesak salah seorang pimpinan politburo Partai komunis yang hadir saat latihan terakhir beberapa jam sebelum acara pembukaan. Usai acara tersebut, otomatis Lin Miaoke pun menjadi terkenal instant dan terpopuler di Tiongkok.
Lin Hui, ayah Lin Miaoke mengakui bahwa dirinya mengajari putrinya menyanyikan lagu Ode to the Motherland hanya 15 menit. Namun dia ragu akan suara putrinya yang terdengar di TV. Namun dia pendam perasaan itu dan berpikir mungkin itu efek dari stadion.
Bagaimana nasib gadis cilik yang kurang beruntung itu? Wartawan kesulitan mencarinya. Wang Liping selaku Guru Peiyi mengaku prihatin dengan nasib Peiyi. Tak ada yang salah dengan penampilannya. Gadis itu cantik, selain itu mana ada gadis berumur tujuh tahun dengan susunan gigi sempurna? Ujarnya.
Olimpiade Beijing itu pun kini menjadi pembicaraan umum. Keputusan yang diambil panitia mungkin bias jadi yang terbaik, tapi bagi saya itu bukan yang terbaik. Keputusan itu terbaik buat Negara itu, namun bukan yang terbaik bagi rakyatnya. Satu hal yang saya lihat dari peristiwa ini, kejujuran mutlak diperlukan. Bukankah lebih bagus bila yang tampil pada hari itu adalah gadis yang berpostur alami sesuai dengan usianya??
My comment: Klo dipikir-pikir aneh juga. Masa gara2 nggak cantik, jadi kejadian seperti begini. namanya juga disuruh nyanyi, yg diliat kan bukan wajahnya, iya nggak? Dan juga siapa bilang Yang Peiyi itu kagak cantik? Cantik kayak gtu koq, pipinya tembem itu plusnya dya. Ya, diia cantik dibanding saia waktu masih kecil, hhe~ moga2 ja Indonesia klo jadi tuan rumah Olimpiade kagak kayak begini yaa, dan moga2 saia iang diundang buat nyanyi, hhe~...

.jpg)

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda